Jumat, 11 November 2011

Hakikat Penelitian Ilmiah

Kehidupan manusia penuh ddengan masalah. Dengan berbagai upaya, manusia berusaha menemukan solusinya. Solusi itu di kaitkan dan di dasarkan pada pengalaman empirik (empirical experience experience). Untuk itu yang bersangkutan menggunakan nalarnya (reasoning), baik secara sadar deduktif (deductive reasoning) maupun induktif (inductive reasoning).
Solusi masalah yang sifatnya empirik lebih banyak di peroleh melalui upaya pengamatan sistematis yang di sebut dengan pendekatan ilmiah (scientific approach). Pendekatan ini melahirkan metode ilmiah (scientific method). Hasilnya merupakan cikal bakal khazanah ilmu yang di peroleh secara ilmiah. Upaya yang dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah ini dikenal dengan penelitian ilmiah (scientific research).
Penelitian ilmiah adalah penelitian yang bersifat inderawi (empirical).Maksudnya, jawaban masalah yang di peroleh melaluikegiatan ini merupakan keyakinan subjektif peneliti, namin telah teruji dengan kenyataan-kenyataan objektif di luar dirinya. Dengan kata laian , setiap pernyataan peneliti haruslah didasarkan pada kebenaran yang di peroleh melalui pengijian dan penjelajahan empirik (empirical inquiry and test)
Ada dua ketentuan pokok yang harus di penuhi dalam melakukan penelitian ilmiah. Pertama, penelitian harus dilakuakan secara sitematis , terkontrol , dan kritis. Maksudnya, kegiatan tersebut harus dilaksanakan dengan langkah-langkah itu, pada akhirnya, peneliti dapat menemukan jawaban masalah dengan kritis dan keyakinan (critical confidence). Dengan kata lain, dalam penelitian ilmiah, di perlukan adanya disiplin yang ketat mengikuti aturan-aturan yang di tetapkan. Kedua, penelitian ilmiah menghasilkan temuan ilmiah. Temuan ini bersifat menjelaskan (descriptive), meramalkan (predictive), dan membandingkan (comparative). Melalui temuan tersebut, bisa di terangkan fenomena alam yang muncul. Dengan kebenaran itu pula bisa di ramalkan peristiwa-peritiwa (events) yang akan muncul, sehingga kejadian-kejadian di masa depan dapat diantisipasi.

Sumber: Buku Panduan Penulisan Tesis dan Disertasi,Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Padang 2011

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar